Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Makhluk Ekonomi yang Bermoral
Artikel: Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Makhluk Ekonomi yang Bermoral
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk indinvidu yang selalu mementingkan diri sendiri. Individu adalah seorang manusia yang merupakan kesatuan antara jasmani dan rohani. Sebagai individu manusia memiliki 3 naluri, yakni:
Sebagian besar dari kita membutuhkan manusia lain dalam banyak hal. Ketika kecil, kita sangat tergantung pada manusia lain, ayah dan ibu. Dari orang tua, kita mempelajari bahasa, pengetahuan, dan cara betingkah laku. Semakin dewasa kita butuh guru untuk memperoleh ilmu. Kita juga membutuhkan barang dan jasa yang diproduksi orang lain. Naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain disebut gregariousness. Manusia sebagai makhluk sosial berfungsi:
Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi/Homo Ekonomikus (Homo Economicus)
Homo Economicus adalah manusia sebagai makhluk ekonomi dimana manusia memiliki kecenderungan untuk tidak pernah merasa puas akan apa yang telah diperolehnya dan senantiasa berusaha terus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ciri-ciri manusia sebagai makhluk ekonomi adalah:
Contoh kebutuhan manusia adalah makanan, minuman, pakaian, perumahan, pendidikan, kesehatan, hiburan, rekreasi, dan lain-lain
Kebutuhan manusia bermacam-macam jenisnya dan jumlahnya tidak terbatas. Bila satu kebutuhan terpenuhi akan muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi tingkatnya.
Oleh karena manusia mempunyai sifat selalu ingin meningkatkan kualitas hidupnya, maka manusia selalu bekerja untuk meningkatkan penghasilannya. Manusia tidak pernah mencapai kepuasan yang sebenarnya, karena setelah satu kebutuhan terpenuhi, akan muncul kebutuhan yang lain yang menuntut untuk dipenuhi.
Manusia selalu ingin mencapai kepuasan yang maksimal dengan uang yang dimilikinya. Seorang pedagang ingin laba maksimal dari modal yang dimiliki, seorang pembeli ingin membeli barang berkualitas dengan uang yang dimilikinya.
Oleh karena manusia adalah homo ekonomikus, maka manusia seharusnya selalu bertindak rasional, yakni bertindak dengan menggunakan akal sehat agar supaya "tidak besar pasak daripada tiang". Sebagai makhluk ekonmi manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhan selalu mempertimbangkan pengorbanan dan manfaat dari tindakan yang dilakukan.
Artikel: Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Makhluk Ekonomi yang Bermoral
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk indinvidu yang selalu mementingkan diri sendiri. Individu adalah seorang manusia yang merupakan kesatuan antara jasmani dan rohani. Sebagai individu manusia memiliki 3 naluri, yakni:
- naluri untuk mempertahankan hidup
- naluri untuk mempertahankan keturunan, dan
- naluri ingin tahu dan mencari kepuasan
Sebagian besar dari kita membutuhkan manusia lain dalam banyak hal. Ketika kecil, kita sangat tergantung pada manusia lain, ayah dan ibu. Dari orang tua, kita mempelajari bahasa, pengetahuan, dan cara betingkah laku. Semakin dewasa kita butuh guru untuk memperoleh ilmu. Kita juga membutuhkan barang dan jasa yang diproduksi orang lain. Naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain disebut gregariousness. Manusia sebagai makhluk sosial berfungsi:
- Tolong menolong
- Menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat
- Melaksanakan norma-norma yang berlaku di masyarakat
Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi/Homo Ekonomikus (Homo Economicus)
Homo Economicus adalah manusia sebagai makhluk ekonomi dimana manusia memiliki kecenderungan untuk tidak pernah merasa puas akan apa yang telah diperolehnya dan senantiasa berusaha terus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ciri-ciri manusia sebagai makhluk ekonomi adalah:
- Memiliki sifat tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapainya
- Banyak keinginan dan kebutuhan
- Selalu mempertimbangan pengorbanan dan manfaat dari tindakan yang dilakukan
Contoh kebutuhan manusia adalah makanan, minuman, pakaian, perumahan, pendidikan, kesehatan, hiburan, rekreasi, dan lain-lain
Kebutuhan manusia bermacam-macam jenisnya dan jumlahnya tidak terbatas. Bila satu kebutuhan terpenuhi akan muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi tingkatnya.
Oleh karena manusia mempunyai sifat selalu ingin meningkatkan kualitas hidupnya, maka manusia selalu bekerja untuk meningkatkan penghasilannya. Manusia tidak pernah mencapai kepuasan yang sebenarnya, karena setelah satu kebutuhan terpenuhi, akan muncul kebutuhan yang lain yang menuntut untuk dipenuhi.
Manusia selalu ingin mencapai kepuasan yang maksimal dengan uang yang dimilikinya. Seorang pedagang ingin laba maksimal dari modal yang dimiliki, seorang pembeli ingin membeli barang berkualitas dengan uang yang dimilikinya.
Oleh karena manusia adalah homo ekonomikus, maka manusia seharusnya selalu bertindak rasional, yakni bertindak dengan menggunakan akal sehat agar supaya "tidak besar pasak daripada tiang". Sebagai makhluk ekonmi manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhan selalu mempertimbangkan pengorbanan dan manfaat dari tindakan yang dilakukan.
Artikel: Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Makhluk Ekonomi yang Bermoral
Comments
Post a Comment