Peninggalan-Peninggalan Sejarah bercorak Islam
Artikel: Peninggalan-Peninggalan Sejarah bercorak Islam
Seni Bangunan:
a. Masjid
Ciri-ciri masjid kuno (awal penyebaran Islam):
- atapnya bertingkat dengan jumlah ganjil: 3-5 (gaya meru)
- terdapat parit (kolam) dibagian depan atau samping (untuk bersuci)
- menghadap tanah lapang (alun-alun)
- pada umumnya dilengkapi menara (untuk mengumandangkan adzan)
- terletak di tengah kota (dekat istana)
Contoh masjid kuno di Indonesia:
1. masjid Agung Demak, dengan ciri khas 'saka tatal'
2. masjid Menara kudus, dengan menara yang berbentuk candi
3. masjid Kuno Banten, dengan menaranya yang berbentuk 'mercu suar'
b. Keraton
Keraton dibangun sebagai lambang pusat kekuasaan pemerintahan sekaligus sebagai tempat
tinggal raja dan keluarganya, dengan ciri antara lain:
- menghadap (mengarah) ke timur atau utara
- memiliki beberapa bangunan dengan fungsi yang berbeda, misalnya:
- masjid keraton
- bangsal-bangsal (gedung)
- benteng dan pintu gerbang (gapura)
- alun-alun (berfungsi untuk upacara tertentu, latihan perang prajurit,dan lainnya)
Contoh bangunan keraton (Islam) yang masih ada dan utuh adalah:
1. Keraton Kasunanan Surakarta
2. Keraton Kasultanan Yogyakarta
3. Keraton Mangkunegara Surakarta, dan lainnya
c. Batu nisan
Budaya batu nisan (jirat/kijing) diduga berasal dari Gujarat dan di Indonesia mengalami
akulturasi sehingga beberapa diantaranya iberi cungkup di atasnya. Contoh:
1. Batu nisan Fatimah binti maemun (Putri Leran) di Gresik
2. Batu nisan Sultan Malik al Saleh di Aceh
3. Batu nisan Maulana Malik ibrahim di Gresik, dan lainnya
Seni sastra dan pemikir Islam:
Karya sastra peninggalan Islam dapat dikelompokan dalam 4 bentuk, yaitu:
a. Hikayat: yaitu karya sastra berupa cerita (dongeng) yang dibuat untuk pelipur lara atau
pembangkit semangat juang.
contoh: Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Hang Tuah
b. Babad: yaitu cerita berlatar belakang sejarah (biasanya lebih cenderung berupa cerita).
contoh: Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon, Babad Giyanti
c. Syair: yaitu puisi lama yang tiap-tiap baitnya terdiri dari empat baris (bunyi akhir sama)
contoh: Syair Abdul Muluk, Gurindam Dua Belas
d. Suluk: adalah kitab yang menguraikan tentang tasawuf (merupakan karya sastra Islam tertua)
contoh: Suluk Sukarsa, Suluk Wujil
Para pemikir Islam yang terkenal antara lain:
a. Hamzah Fansuri
Seorang ulama, pujangga, dan ahli tasawuf yang menyebarkan Islam di Aceh, terutama masa
pemerintahan Sultan Iskandar Muda, karyanya 'Syair perahu' dan 'Syair Si Burung Pingai'
b. Nuruddin ar Raniri
Seorang ulama dari Ranir (Rander), Gujarat yang menjabat sebagai kadi malikul Adil
di Kerajaan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Tani. hasil karyanya: 'Bustanus
Salatin' (Taman Raja-raja) dan 'Sirathal Mustaqim'
c. Bukhari al Jauhari
Seorang ulama dari Johor, Malaka yang hidup pada masa pemerintahan Sultan Alaudin Riayat
Syah di Aceh. Karyanya yang terkenal adalah 'Tajus Salatin' (Mahkota Raja-raja)
Seni Rupa:
Peninggalan Islam dalam bidang seni rupa, terutama dalam bentuk seni pahat dan seni ukir yang bercorak kaligrafi, yaitu seni menulis indah gaya Islam (menggunakan huruf Arab yang diambil dari ayat-ayat suci AL-Quran). Bentuk atau motif yang sering digunakan adalah binatang, bunga seta tokoh pewayangan. Contoh kaligrafi:
a. hiasan ukir di masjid Mantingan, Jepara
b. ukiran kaligrafi pada makam (jirat) beberapa ulama dan wali
Seni Pertunjukan:
a. Seni tari:
Seni tari yang bernafaskan Islam biasanya diiringi atau diawali dengan bacaan 'Shalawat Nabi'
atau bacaan dari ayat Al-Quran. Contohnya adalah tari Seudati di Aceh dan Permainan Debus
yang berkembang di daerah Banten. Minangkabau, dan Aceh
b. Seni gamelan:
Gamelan pada umumnya dibunyikan ketika berlangsung upacara-upacara tertentu, terutama pada
upacara peringatan keagamaan, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. Gamelan yang pernah
dibuat Sunan kalijaga untuk perayaan Maulud atau dikenal dengan 'Sahadatain' (sekaten) adalah
gamelan 'Kyai Sekati'
Upacara dan tradisi:
Sebelum Islam masuk ke Indonesia, masyarakat telah menganut animisme, dinamisme, Hindu dan Budha, sehingga terjadilah akulturasi budaya. Tradisi dan upacara yang sudah berjalan terkadang masih tetap dipraktikan dalam kehidupan keagamaan masyarakat Islam. Sebagai contoh:
- upacara-upacara yang berkaitan dengan siklus kehiupan (kelahiran, perkawinan, dan kematian)
- upacara peringatan orang meninggal (selamatan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari sampai 1000 hari)
- upacara-upacara peringatan hari besar Islam yang dilengkapi dengan 'sesaji'
- tradisi 'membersihkan' benda-benda tertentu (keramat)
Artikel: Peninggalan-Peninggalan Sejarah bercorak Islam
Seni Bangunan:
a. Masjid
Ciri-ciri masjid kuno (awal penyebaran Islam):
- atapnya bertingkat dengan jumlah ganjil: 3-5 (gaya meru)
- terdapat parit (kolam) dibagian depan atau samping (untuk bersuci)
- menghadap tanah lapang (alun-alun)
- pada umumnya dilengkapi menara (untuk mengumandangkan adzan)
- terletak di tengah kota (dekat istana)
Contoh masjid kuno di Indonesia:
1. masjid Agung Demak, dengan ciri khas 'saka tatal'
2. masjid Menara kudus, dengan menara yang berbentuk candi
3. masjid Kuno Banten, dengan menaranya yang berbentuk 'mercu suar'
b. Keraton
Keraton dibangun sebagai lambang pusat kekuasaan pemerintahan sekaligus sebagai tempat
tinggal raja dan keluarganya, dengan ciri antara lain:
- menghadap (mengarah) ke timur atau utara
- memiliki beberapa bangunan dengan fungsi yang berbeda, misalnya:
- masjid keraton
- bangsal-bangsal (gedung)
- benteng dan pintu gerbang (gapura)
- alun-alun (berfungsi untuk upacara tertentu, latihan perang prajurit,dan lainnya)
Contoh bangunan keraton (Islam) yang masih ada dan utuh adalah:
1. Keraton Kasunanan Surakarta
2. Keraton Kasultanan Yogyakarta
3. Keraton Mangkunegara Surakarta, dan lainnya
c. Batu nisan
Budaya batu nisan (jirat/kijing) diduga berasal dari Gujarat dan di Indonesia mengalami
akulturasi sehingga beberapa diantaranya iberi cungkup di atasnya. Contoh:
1. Batu nisan Fatimah binti maemun (Putri Leran) di Gresik
2. Batu nisan Sultan Malik al Saleh di Aceh
3. Batu nisan Maulana Malik ibrahim di Gresik, dan lainnya
Seni sastra dan pemikir Islam:
Karya sastra peninggalan Islam dapat dikelompokan dalam 4 bentuk, yaitu:
a. Hikayat: yaitu karya sastra berupa cerita (dongeng) yang dibuat untuk pelipur lara atau
pembangkit semangat juang.
contoh: Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Hang Tuah
b. Babad: yaitu cerita berlatar belakang sejarah (biasanya lebih cenderung berupa cerita).
contoh: Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon, Babad Giyanti
c. Syair: yaitu puisi lama yang tiap-tiap baitnya terdiri dari empat baris (bunyi akhir sama)
contoh: Syair Abdul Muluk, Gurindam Dua Belas
d. Suluk: adalah kitab yang menguraikan tentang tasawuf (merupakan karya sastra Islam tertua)
contoh: Suluk Sukarsa, Suluk Wujil
Para pemikir Islam yang terkenal antara lain:
a. Hamzah Fansuri
Seorang ulama, pujangga, dan ahli tasawuf yang menyebarkan Islam di Aceh, terutama masa
pemerintahan Sultan Iskandar Muda, karyanya 'Syair perahu' dan 'Syair Si Burung Pingai'
b. Nuruddin ar Raniri
Seorang ulama dari Ranir (Rander), Gujarat yang menjabat sebagai kadi malikul Adil
di Kerajaan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Tani. hasil karyanya: 'Bustanus
Salatin' (Taman Raja-raja) dan 'Sirathal Mustaqim'
c. Bukhari al Jauhari
Seorang ulama dari Johor, Malaka yang hidup pada masa pemerintahan Sultan Alaudin Riayat
Syah di Aceh. Karyanya yang terkenal adalah 'Tajus Salatin' (Mahkota Raja-raja)
Seni Rupa:
Peninggalan Islam dalam bidang seni rupa, terutama dalam bentuk seni pahat dan seni ukir yang bercorak kaligrafi, yaitu seni menulis indah gaya Islam (menggunakan huruf Arab yang diambil dari ayat-ayat suci AL-Quran). Bentuk atau motif yang sering digunakan adalah binatang, bunga seta tokoh pewayangan. Contoh kaligrafi:
a. hiasan ukir di masjid Mantingan, Jepara
b. ukiran kaligrafi pada makam (jirat) beberapa ulama dan wali
Seni Pertunjukan:
a. Seni tari:
Seni tari yang bernafaskan Islam biasanya diiringi atau diawali dengan bacaan 'Shalawat Nabi'
atau bacaan dari ayat Al-Quran. Contohnya adalah tari Seudati di Aceh dan Permainan Debus
yang berkembang di daerah Banten. Minangkabau, dan Aceh
b. Seni gamelan:
Gamelan pada umumnya dibunyikan ketika berlangsung upacara-upacara tertentu, terutama pada
upacara peringatan keagamaan, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. Gamelan yang pernah
dibuat Sunan kalijaga untuk perayaan Maulud atau dikenal dengan 'Sahadatain' (sekaten) adalah
gamelan 'Kyai Sekati'
Upacara dan tradisi:
Sebelum Islam masuk ke Indonesia, masyarakat telah menganut animisme, dinamisme, Hindu dan Budha, sehingga terjadilah akulturasi budaya. Tradisi dan upacara yang sudah berjalan terkadang masih tetap dipraktikan dalam kehidupan keagamaan masyarakat Islam. Sebagai contoh:
- upacara-upacara yang berkaitan dengan siklus kehiupan (kelahiran, perkawinan, dan kematian)
- upacara peringatan orang meninggal (selamatan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari sampai 1000 hari)
- upacara-upacara peringatan hari besar Islam yang dilengkapi dengan 'sesaji'
- tradisi 'membersihkan' benda-benda tertentu (keramat)
Artikel: Peninggalan-Peninggalan Sejarah bercorak Islam
Comments
Post a Comment